Senin, Februari 21, 2022

Cobain:

Sejak 2019, aku dan Kreshna mengikuti salah satu konten kreator kuliner yaitu darihaltekehalte. Ciri khas dari konten kreator ini adalah merekomendasikan makanan enak dari segala penjuru kota Jakarta dan khususnya yang dekat dengan transportasi umum. Dengan username darihaltekehalte sudah pasti menunjukkan kekhasan-nya sendiri yaitu lokasi tempat makannya dekat dengan halte maupun stasiun sehingga cukup mudah untuk dijangkau.

Mungkin ke depannya aku dan Kreshna akan sedikit berbagi pengalaman mencoba berbagai makanan yang direkomendasikan oleh konten kreator darihaltekehalte. Sebenarnya sudah cukup banyak kuliner yang kita coba, namun ke depannya kami akan coba posting di sini, tempat saya menaruh segala keluh kesah yang harapannya bisa saya baca sendiri di kemudian hari. Dan tidak hanya spesifik rekomendasi darihaltekehalte aja ya, mungkin akan ada beberapa tempat yang kita temukan secara random maupun dari media sosial seperti tiktok, instagram, twitter, youtube dan lain sebagainya.

So see you next post.

Rabu, Juli 14, 2021

Pandemi

Sudah 1 tahun lebih pandemi Covid-19 melanda dunia, tidak hanya Indonesia namun seluruh dunia merasakan kejamnya pandemi ini.

Saat ini, di Indonesia memasuki gelombang kedua Covid-19 dengan didominasi oleh varian virus corona yang lebih mudah menular, yaitu varian delta yang hanya dengan berpapasan saja maka virus itu berkesempatan hinggap di tubuh manusia lain. Entah sampai kapan pandemi ini berakhir. Hidup bebas tanpa menggunakan masker, berpergian ke sana ke mari tanpa takut akan membawa virus, bebas bertemu dengan keluarga, sahabat, teman maupun kerabat tanpa takut untuk berdekatan maupun berpegang tangan.

Tanpa sadar akupun rindu tahun 2019, tahun-tahun terakhir aku melewati masa perkuliahanku. Semoga pandemi cepat berakhir.


Minggu, November 08, 2020

Day 3: a memory

 Lebih dari separuh usiaku kuhabiskan di pinggir ibukota. Hanya beberapa orang yang tahu kalau aku lahir dan pernah tinggal di salah satu kota kecil di Jawa Tengah, Kota Pemalang. Tidak banyak orang yang tahu akan keberadaan kota Pemalang.


Sebagian masa kecilku kuhabiskan di sana. Sampai sekarang aku masih ingat bermain masak-masakan tapi menggunakan tanah. Iya, tanah liat yang bisa aku gali di sekitaran rumah. Dengan imajinasiku, tanah yang kuambil kemudian aku tambahkan irisan dedaunan dan air sehingga menjadi adonan yang kental. Setelah menjadi adonan aku mulai mencetak dengan kusendok adonan dan aku letakan di tanah yang terkena matahari. Tunggu hingga adonan menjadi agak kering, maka tadaaaaa bakwan tanah liat pun jadi.

Bermain masak-masakan menggunakan tanah inilah yang menjadi salah satu kenangan manis yang aku miliki.

Day 2: Things makes you happy

Actually, it's not day 2, karena aku baru posting sekarang seharusnya tanggal 23 September 😆😆😆


Realita yang aku dapatkan jauh lebih baik dari ekspektasiku. Saat itulah, aku merasa beruntung. Perasaan beruntung itu membuat aku bahagia, baik hal kecil maupun besar. Contohnya, ketika aku tepat waktu sampai di stasiun dan mendapati kereta kosong sehingga aku bisa duduk, perasaan itu yang membuatku bahagia.


Realita diterima di kampusku pun salah satu hal yang membuat aku merasa beruntung. Kadang, pencapaian itu membuat aku semangat lagi. Dan mampu untuk menghadapi segala masalah yang aku hadapi.

Selasa, September 22, 2020

Day 1: Describe Your Personality

 

“Serius kamu anak terakhir? Bukan anak pertama? Kok bisa sih anak bontot tapi mandiri banget?”

Setiap aku cerita kalo aku 4 bersaudara dan aku anak terakhir, hampir semua orang engga nyangka. Alasannya hampir sama, semua bilang aku terlalu mandiri, karena mindset orang-orang anak bontot itu udah pasti manja dan kemana-mana engga bisa sendiri.

Menurutku, kemandirian itu mungkin muncul karena beberapa faktor, salah satunya dorongan dari keluarga. Keluargaku sudah membiasakan aku mandiri sejak dini. Masih melekat di ingatan waktu aku mulai belajar di TK. Ibuku hanya mengantarkan aku ke sekolah sampai hari ketiga, hari-hari berikutnya aku berangkat dan pulang sendiri atau kadang bersama teman yang lain. Berbeda dengan temanku yang lain yang sampai ditemani di TK hingga sekolah usai.

Jadi mandiri dan terbiasa kemana-mana sendiri juga buat aku ada nilai plusnya, ngga melulu harus ada yang nemenin baru mulai sesuatu, atau akan ada rasa malas kalo sendirian. Aku jadi pribadi yang lebih berani ketika harus ke tempat baru atau berada di situasi yang baru meskipun aku sendiri. Aku dituntut harus cari tau apa-apa sendiri sebelum aku nanya ke orang terdekatku.

30 Days Writing Challenge

 Sudah cukup lama aku berkeinginan untuk sekedar nulis keseharian yang aku alami seperti buku diary gitu. Tapi, entah kenapa selalu belum menyempatkan diri untuk mulai. Kebetulan banget kemarin aku lihat salah satu tweet Kak Tirta posting tentang 30  days writing challenge. Aku pun ke-trigger untuk mulai ikutan challenge itu.  

So, here we go! Challenge accepted!

 


 

Senin, April 01, 2019

Internet, Dia dan Asian Para Games

Kejadian ini berlangsung tahun kemarin tepatnya 2018. Secara kebetulan bertemu dengan seseorang di salah satu platform game online yang cukup terkenal. Sehingga kami menyepakati untuk bertemu secara langsung. Saat itu dia masih memiliki pekerjaan di Jambi, sehingga sulit untuk kami bertemu saat itu juga. Akhirnya kami memutuskan untuk bertemu ketika ia sudah kembali ke Jakarta.
Singkat cerita kala itu aku memberikan usul untuk mendatangi event Asian Para Games, dia pun setuju dengan usulku.

Ketika harinya tiba, entah kenapa aku berpikir bahwa kami tidak jadi untuk bertemu, karena sampai siang hari ia masih belum merespon pesan terakhirku. Hingga akhirnya akupun mengirimkan pesan lagi. Dia pun menjelaskan bahwa dia masih memiliki pekerjaan yang harus dia selesaikan saat itu juga. Karena aku tidak mau mengganggu pekerjaannya, maka aku putuskan untuk membatalkan saja janji kami. Tapi ia memastikan bahwa hari itu dia ingin sekali bertemu. Akupun mengikutinya.

Pada sore hari itu kami pun bertemu.

First impression? Aku bingung mau menjelaskannya hehehe

Yaaaaa intinya 13 Oktober 2018 kami bertemu.

Kamis, Januari 21, 2016

Jadi Mahasiswa Baru UNJ 2015

Tahun kemarin benar-benar nggak terduga buat aku, kenapa? Salah satunya ya karena masuk UNJ. Salah satu kampus yang awalnya nggak ada di pikiran sama sekali untuk masuk di kampus pendidikan ini. Tapi takdir berkata lain, saat ini statusku adalah Mahasiswa aktif UNJ.
 
Sebelum diterima di UNJ, aku pun mengikuti beberapa tes PTN lainnya. Seperti di Poltek APP waktu itu aku coba D1 Logistik, aku ambil D1 karena program ini merupakan beasiswa jadi kalau masuk beneran gratis, terus juga setelah lulus D1 langsung disalurin kerja karena program ini merupakan kerjasama antara Poltek APP dan ASPERINDO, Alhamdulillah aku lolos tes pertama dan tes wawancara. Terus juga aku coba untuk ikut tes PNJ, tapi sayang seribu sayang aku gagal huhuhuhu.

Awalnya aku nggak minat sama sekali untuk ikut SBMPTN 2015, tapi ada dorongan dari teman-teman supaya aku ikut SBMPTN, akhirnya akupun ikut SBMPTN 2015 bersama ketiga temanku, Alinda, Dina dan Sofi. Untuk menentukan Universitas dan jurusan apa yang aku pilih pun aku bingung, mau pilih UI tapi kayaknya kesempatanku untuk diterima di UI itu nol Besar, otomatis aku pun cari PTN lain yang masih dekat Depok antara IPB dan UNJ. Okay akhirnya aku pilih UNJ, setelah itu bingung mau pilih jurusan apa. Hatiku si pilih Akuntansi karena aku bener-bener jatuh hati sama Akuntansi, tapi Orangtuaku khususnya Ibu pengen aku jadi Guru terus juga selama Nov 2014-Juni 2015 aku pun jadi asisten Guru, ditambah orang terkasih yang entah di mana pun pengen aku jadi Guru, akhirnya aku pilih PGSD di pilihan pertama, Akuntansi di pilihan kedua dan yang terakhir jurusan PGSD tapi di UNY (beberapa orang pasti tau alasannya). Oh iya pas sbm aku, Dina dan Sofi dapat lokasi tes yang sama, sayangnya Alinda lokasi tesnya berbeda dengan kami.


Hari tes pun berlalu.......


Diganti menunggu pengumuman.......


Tepat 9 Juli 2015 pengumuman SBMPTN 2015 pun dipublikasikan........


Entah kenapa aku nggak terlalu exicted untuk cepet-cepet tau hasilnya, karena aku yakin kalau aku gak akan lolos hehehehe. Sekitar sore hari teman-teman di grup Line SMP mengabarkan kabar gembira seperti DJ yang lolos di UNJ teknik bangunan terus juga Imam. Lalu teman-teman dekatku mendorong aku buat buka hasil pengumumannya. Akhirnya akupun buka website pengumuman SBMPTN 2015 dengan penuh rasa deg-degan. Nggak lama yep aku bisa membaca pengumuman itu. Alhamdulillah aku diterima di UNJ jurusan Pendidikan Gurus Sekolah Dasar, benar-benar di luar dugaan. Aku yang benar-benar menghindari untuk jadi Guru justru milih kuliah jurusan Guru dan juga pekerjaan pertamaku sebagai asisten Guru, Allah memang punya rencana-Nya sendiri. :”)