Kamis, Mei 30, 2013

"Ketua Kelas" Why not?


Ini mungkin pengalaman pertama buat aku, karena selama 17 tahun hidup di bumi, ini kali pertamanya aku jadi ketua kelas. Semua itu berawal pas kenaikan kelas dari kelas 10 Akuntansi menjadi 11 Akuntansi. Di hari pertama masuk sekolah lagi, setelah 2 minggu libur semester genap, walaupun di hari itu sempet kecewa karena nggak bisa nempatin tempat duduk di paling depan dan alhasil aku sama vinia, temen sebangku aku akhirnya duduk di kolom ke 4 baris ke 3. Sebenernya dari posisi aku kurang bisa melihat jelas tulisan di papan tulis T,T 

Setelah upacara hari senin seperti biasa, kita semua murid-murid kelas 11 AK pun masuk ke kelas baru kami. Tak lama kemudian Kaprog (Kepala Program) Akuntansi, Bu Isna datang ke kelas kami bersama dengan seorang murid (kayaknya si murid baru) dan benar Bu Isna datang bersama Fitriya murid baru pindahan dari salah satu SMK di Tangerang. 

Nggak lama setelah Fitriya memperkenalkan diri, Bu Isna pamit keluar kelas. Dan Bu Maryam wali kelas 11 AK masuk ke dalam kelas, setelah beberapa menit memberikan sambutan-sambutan dan nasehat-nasehat kepada kami, beliau pun menyarankan kepada kami untuk membentuk struktur kelas. Nah  yang pertama di tentuin adalah “Ketua Kelas”, beberapa temen aku menyalonkan diri sebagai ketua kelas seperti Septi dan Recky, lalu Bu Maryam meminta satu orang lagi untuk menyalonkan diri. Cukup lama menunggu seseorang yang ingin menyalonkan sebagai ketua kelas, namun tiba-tiba Anaz menyeletuk namaku, dan kemudian beberapa teman-teman dekatku meneriaki namaku. Waktu itu sebenernya si deg-degan, kenapa harus aku yang dicalonin. Dengan sangat berat hati, dan perintah bu Maryam aku pun diperintahkan untuk berdiri di depan kelas. Waktu itu dalam hati aku berdo’a semoga aku nggak kepilih jadi ketua kelas. Waktu voting pun dimulai dan beberapa menit pun selesai. Ya hasilnya aku yang memperoleh voting terbanyak, kemudian aku pun diperintahkan bu Maryam untuk memilih beberapa teman aku menjadi pengurus kelas, dengan perasaan yang campur aduk antara harus bertanggung jawab selama 1 tahun ke depan dan perasaan takut kalo-kalo gagal memimpin kelas 11 AK ini, aku pun menyusun pengurus kelas 11 AK. Waktu penyusunan struktur kelas 11 AK ini pun berakhir.

Itu adalah sepenggal kisahku di hari pertama menapaki kelas 11 AK.

Waktu nulis postingan ini aku udah jadi Ketua Kelas selama kurang lebihnya 11 bulan. Emang si jadi Ketua Kelas bener-bener harus bertanggung jawab banget, tapi berkat semua teman-teman 11 AK ini aku bisa melewati 11 bulan itu dengan susah-susah gampang. Kesan pertama menjadi Ketua Kelas itu, Yah harus nyiapin kelas kalo guru masuk kelas maupun guru keluar kelas dong hahaha. Dan menjadi Ketua Kelas itu nggak gampang juga loh, ketika ada seorang guru yang tidak bisa hadir di dalam kelas, ia diharuskan untuk mengkondisikan kelas supaya tetap kondusif. Dan ketika dipanggil guru, harus turun-naik tangga ke ruang guru hahaha. Oh iya udah gitu buat hiasan-hiasan kelas juga kayak jadwal pelajaran, daftar piket, sama struktur organisasi. Tapi yang paling nyesek itu waktu libur beberapa hari karena kelas 12nya itu UN, pas masuk kelas lagi ternyata semua hiasan itu dirobek oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, huhuhuhu. 

Sisa waktu jadi Ketua Kelas ku ini kira-kira 1 bulanan lagi, semoga di 1 bulan ini aku bisa menikmati menjadi seorang Ketua Kelas 11 AK hahaha. Oh iya aku mengucapkan banyak banget terimakasih buat temenku yang satu ini Vinia, karena dialah yang membantu aku untuk melewati 11 bulan ini sebagai Ketua Kelas hehehe. Thank you so much Vinia and all my friends….. ({})

Minggu, April 07, 2013

Kenangan Manis di Tanggal 17


Sebenernya sih udah lama mau post ini tapi sempetnya baru sekarang. Waktu itu tanggal 17 Desember 2012 adalah ulang tahun aku yang ke 17 tahun atau sering disebur sweet seventeen. Kalo kata orang-orang sih umur 17 tahun itu bebas buat ngapain aja, tapi bebas disini bukan berarti bebas untuk ngelakuin hal-hal yang emang nggak boleh dilakuin ya. Tapi buat aku sih sama aja hehe mungkin yang membedakan umur kita bertambah tapi sisa kita hidup itu berkurang. Sebenernya sih di sekolah itu pas tanggal 17 lagi ngadain classmeet, biasanya diadaain berbagai macam lomba, salah satunya itu nyanyi. Kebetulan banget 2 teman baik aku itu lomba nyanyi mereka sih duet lagunya si adele yang someone like you, pas mereka tampil nih sumpah ya yang nonton itu pada diem. Ya pasti karena suara mereka itu yang cetar banget pokok bagus banget deh. Dua teman aku itu namanya Vinia Gita Kamilah dan yang satunya lagi itu Desmahan Anugerah Putri wah dari namanya tuh udah cantik apalagi penampilannya. Mereka itu nggak cuma cantik di luar tapi di dalam pun mereka cantik udah gitu pinter pula. Beruntungnya aku bisa punya temen seperti mereka. Alhasil mereka pun menjadi juara pertama di lomba itu, secara gitu suaranya aja udah bikin merinding ya pasti menanglah. Wah kok kayaknya jadi ngawur kemana-mana ya yaudah deh lanjut ke cerita inti. Awalnya si aku udah mencium gelagat-gelagat yang aneh gitu dari temen-temen deket aku cuma aku diem-diem aja. Yang dari Vinia sama Desma yang ngilang nggak tau kemana, terus si Rean, Adit sama Nurul yang juga ikutang ngilang. Udah gitu mereka ngilangnya lama banget lagi sampe nih lomba nyanyi mau abis tapi belum dateng-dateng juga. Kebetulan banget pas hari itu aku mau ke SMP aku, dan akhirnya aku pun mengutarakan niat mau pulang ke Alinda. Nah, tapi kata Alinda ntar aja pulangnya. Yaudah akhirnya pun aku nurut aja. Singkat cerita aku sama Alinda dan sama siapa lagi gitu lupa ke kantin kan, nah dari arah kiri tuh dateng Vinia sambil bawa kue ulang tahun dengan lilin yang nyala dan temen-temen yang lainnya. Disitu perasaan bener-bener nggak nyangka banget sebenernya si udah liat gelagatnya dari awal tapi nggak bisa nebak kalo bakal sampe kayak gini. Seneng campur terharu karena ini adalah kue ulang tahun pertama aku, karena sebelumnya belum pernah ngerayain ulang tahun. Kami pun lalu duduk di bangku kantin. Lalu mereka nyanyiin lagu selamat ulang tahun sambil aku tiup lilin ulang tahunnya. Nggak cuma kue mereka pun ngasih aku beberapa hadiah. Aaaaaaah bener-bener terharu banget, speechless banget nggak tau mau bilang apa yang bisa aku ucapin ya cuma Makasih doang ke mereka. Pokoknya bener-bener KENANGAN MANIS DI TANGGAL 17.

 I’ll never forget this moment guys, thank you so much for the cake and the gifts. And Thank you so much for everything guys ({}). Thank you so much Vinia Gita Kamilah, Desmahan Anugerah Putri, Aditya Okaviani, Alinda Surya Hidayasa, Anaz Robi Handoko, Dina Febriani, Dindha Arziah Kahfi, Nurul Islami Putri, and Rean Syifa Widad. I LOVE YOU SO MUCH GUYS ({}).
 And this some pict





Sabtu, Agustus 04, 2012

Macam-macam tari


  •    Tari Tunggal
Tari tunggal adalah jenis tari bentuk yang ditarikan oleh seorang penari, boleh laki-laki meupun perempuan. Dilihat dari tema penggarapannya biasanya berlatar belakang cerita kepahlawanan, percintaan, dan kegembiraan. Biasanya menceritakan seorang tokoh yang dikagumi atau diidolakan masyarakat. Berikut adalah beberapa contoh tarian tunggal, yaitu:

1.     Tari Topeng Cirebon


Tari Topeng Cirebon adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Tari Topeng Cirebon, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu, dan Jatibarang. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng pada saat menari. Tari Topeng ini sendiri banyak ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, meupun cerita yang ingin disampaikan.
Salah satu jenis lainnya dari tari topeng adalah tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana Wungu yang dikejar-kejar oleh Prabu Minakjinggo yang tergila-gila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjinggo (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, temperamental dan tidak sabaran.
Tari ini karya Nugraha Soeradiredja. Salah satu maestro tari topeng adalah Mimi Rasinah, yang aktif menari dan mengajarkan kesenian Tari Topeng di sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah yang terletak di desa Pekandangan, Indramayu. Sejak tahun 2006 Mimi Rasinah menderita lumpuh, namun ia masih tetap bersemangat untuk berpentas, menari dan mengajarkan Tari Topeng hingga akhir hayatnya, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010 pada usia 80 tahun.

2.     Tari Dewi Anjasmara


Tari Dewi Anjasmara adalah tarian tunggal atau solo yang ditarikan oleh seorang perempuan. Tari ini berasal dari Jawa Barat. Tari Dewi Anjasmara ini menggambarkan Anjasmara putri yang mulia dari saga Jawa, tentang Damarwulan dan lawannya Minak Jinggo.
Cerita ini sudah ada sejak abad 15 di Jawa, tetapi koreografi tarian ini berasal dari abad ini, koreografernya adalah Raden Tjetje Somantri. Cerita dari tarian ini adalah saat Menak Jinggo mengancam kerajaan Majapahit, karena sang ratu telah menolak untuk menikah dengannya dan menjadi pengikutnya. Kemudian sang putrid Anjasmara meminta bantuan seorang ksatria. Ksatria itu adalah Damarwulan yang akan menjadi pahlawan dari cerita ini. Putri Anjasmara sangat menyesalkan misinya untuk menaklukkan Menak Jinggo. Tarian ini menunjukkan bagaimana sang putri Anjasmara sedang mempersiapkan untuk memenuhi Damarwulan sebelum ia akan berangkat untuk berperang melawan Minak Jinggo. Suasana hatinya terus dan terus berubah-ubah, tapi kecantikkanya yang akan berhasil. Pada Tari Dewi Anjasmara ini melambangkan bahwa kecantikkan seorang wanita akan berkembang karena pengabdiannya terhadap orang yang dikasihinya atau dicintainya.



  • Tari Berpasangan

Tari berpasangan adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan secara berpasang-pasangan. Perbedaan tari berpasangan dengan tari tunggal adalah pada bentuk penyajiaannya yang memiliki unsure interaksi gerak yang saling melengkapi, saling mengisi, dan merespons antara individu penari dengan pasangannya.

3.     Tari Salipuk


Tari Salipuk adalah tarian asli dari kota Nganjuk, tarian ini ditarikan oleh sepasang muda mudi yang berarti tarian pergaulan Tari Salipuk adalah pengembangan dari Tari Tayub yang sebelumnya sudah ada di Nganjuk, Tari ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda yang berawal dari pengamen yang bernama Salipuk, pekerjaan setiap hari adalah berkeliling kampung untuk menghibur orang sambil membawa kendang. Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, sehingga dia sering dipanggil ke kampung-kampung untuk menghibur orang. Lalu dia akhirnya mengembangkannya menjadi tari yang berpasangan. Sampai saat ini tari Salipuk masih banyak ditarikan pada  acara-acara tertentu seperti acara resmi, acara perkawinan atau pada saat upacara adat.
Meskipun tarian ini hanya melibatkan dua orang, tetapi atraksi tari ini membutuhkan tempat yang luas karena gerakannya sangat dinamis dan penarinya harus berlari kesana-kemari. Tari Salipuk menggunakan iringan musik tradisional Jawa dengan tembang khusus yang liriknya sesuai dengan jalan cerita tarian.

4.     Tari Serampang Dua Belas

                       
Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian ini diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptaya antara tahun 1950-1960. Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari, sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Pulau Sari.
Sedikit ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari diganti Serampang Duabelas. Pertama, nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat.  Menurut Teuku Mira Sinar, nama tarian yang diawali kata ‘pulau’ biasanya bertempo rumba. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang. Kedua, penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlaj 12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan pertemuan kasih.
Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui kedua orangtua sang dara dan teruna. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati tersebut, maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan, laki-laki dan perempuan. Namun demikian, pada awal perkembangannya tarian ini hanya dibawakan oleh laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum, apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya.


           
5.     Tari Kanjar



Tarian ini tidak jauh berbeda dengan Tari Ganjur, hanya saja tarian ini ditarikan oleh pria dan wanita dan gerakannya sedikit lebih lincah. Komposisi tariannya agak lebih bebas dan tidak terlalu ketat dengan suatu pola, sehingga tarian ini dapat disamakan seperti tari pergaulan. Tari Kanjar dalam penyajiannya biasanya didahului oleh Tari.


  •   Tari Massal atau Berkelompok

Tari berkelompok adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan oleh banyak penari atau lebih dari dua orang. Dalam tarian berkelompok dituntut keserempakan dan keseragaman gerak yang lebih tinggi agar pertunjukan tariannya tampak lebih dinamis dan indah. Para penari perlu menyamakan presepsi akan tariannya. Semua ini dimaksudkan agar dalam pementasan mereka tampak kompak dan serasi satu sama lainnya. Berikut ini adalah beberapa contoh dari tari berkelompok, yaitu:

6.     Tari Serimpi


Tarian Srimpi ini diciptakan pada zaman Sultan Hamengku Buwono V (1822-1855), dikenal dengan nama “Srimpi Hadi Wulangun Bronto”, yaitu kisah asmara yang luhur antara Dewi Renggowati dari Bojonegoro dengan Prabu Anglingdarma dari Malowopati. Sekarang lebih dikenal dengan sebutan Srimpi Renggowati.
      Berlainan dengan tari srimpi yang umumnya terdiri atas empat orang penari, srimpi Renggowati ini dilakukan oleh lima orang penari wanita. Akan tetapi, penari srimpi itu sendiri memang empat orang, yang kelima adalah penari sebagai Dewi Renggowati. Ketika keempat penari Srimpi itu menari, Dewi Renggowati diam saja. Baru setelah yang keempat duduk, ia mulai menari.
      Pada bentuknya yang kuno, pakaian srimpi ini menggunakan paes (kostum) seperti pengantin lengkap dengan gelung bokornya. Di samping itu, menggunakan cara berkain pinjungan, yaitu cara gadis kecil memakai kain, tetapi masih ditambah dengan kemben yang dililitkan seputar dada, yang ujungnya diikat seperti selendang kecil yang panjang menjuntai hamper sampai lutut.
      Dalam pertunjukkan lain Srimpi Renggowati menggunakan gaya zaman Sultan Hamengkubuwono VII akhir, yaitu tetap masih dengan paes dan gelung bokor, tetapi memakai baju seperti srimpi umumnya dengan kain dan seredan sebelah kiri.
      Sesuatu yang khas dalam rangkaian gendhing yang mengiringi tari srimpi ini adalah karena dua pathet dalam laras slendro sanga dan pathet manyura telah disatukan dalam komposisi gendhing secara utuh bersambung. Pada permulaannya mempergunakan lagu-lagu laras slendro pathet sanga, namun berakhir dengan lagu-lagu laras slendro pathet manyura.



7.     Tari Kecak


      Tari Kecak berasal dari Bali. Tari Kecak merupakan sebuah pertunjukan seni khas Bali yang sudah banyak terkenal di penjuru dunia. Tari Kecak pertama kali dilakukan sekitar tahun 1930. Lagunya diambil dari ritual tarian Sanghyang kuno yang sampai saat ini masih dilakukan beberapa desa.
      Selama tarian Sanghyang, seseorang akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur, dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya pada masyarakat. Yang membuat Tari Kecak istimewa adalah semua music dan suara berasal dari manusia. Suara manusia yang kompak dan beruntun membuat suasana benar-benar hidup. Hanya ada beberapa suara yang berasal dari krincingan di kaki beberapa penari.
      Di awal pertunjukan, sekitar lima puluh orang penari lelaki yang berlengging dan hanya memakai sarung poleng dengan corak kotak hitam putih duduk di dalam satu bulatan melingkari sebuah kayu dengan beberapa lilin di atas kayu tersebut. Tinggi kayu tersebut kira-kira dua meter. Sambil duduk melingkar, orang-orang itu membagi diri dalam beberapa nada suara sehingga jika dipadukan akan terdengar bagus, kompak dan hidup.
      Tari kecak bercerita tentang kisah Ramayana, Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, Sugriwa, dan nama-nama lain muncul dalam wujud penari. Rama dibuang dari kerajaan Ayodya karena dikhianati. Dengan diiringi oleh istrinya yang setia, Shinta, dan adiknya Laksmana, mereka masuk ke sebuah kawasan hutan bernama dandaka. Raja raksasa, Rahwana, bertemu dengan mereka tatkala mereka di dalam hutan dan Rahwana terus menggilai Shinta yang jelita. Dengan ditemani oleh patihnya, Marica, Rahwana mencari jalan untuk menculik Shinta. Dengan menggunakan kekuatan ajaibnya, Marica mengubah dirinya menjadi seekor kijang emas. Shinta yang melihat kijang emas yang cantik itu lantas meminta suaminya untuk memburu kijang istimewa ini.
      Rama dan Laksamana pergi memburu kijang emas yang diidamkan Shinta. Ketika Rama dan Laksamana pergi, Rahwana pun menculik Shinta dan membawanya pulang ke istananya, Alengka (alkisah, pada waktu Rahwana mau menculik Shinta, Jatayu mencoba melawan, tetapi dapat dikalahkan oleh Rahwana). Rama yang mengetahui penculikan Shinta oleh Rahwana lantas mencari jalan untuk menyelamatkan istrinya ini. Ketika itu, datanglah Hanoman, raja segala monyet, membantu. Tarian Kecak ini diakhiri oleh penari yang menjadi Hanoman menendang sabut yang sedang terbakar. Bagian ini dikenal dengan tarian api atau fire dance.

8.     Tari Saman


Tati Saman adalah sebuah tarian suku Gayo di daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Tarian ini biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Selain itu tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun sekarang, Tari Saman juga dapat kita lihat pada festival-festival tari maupun lomba Tari Saman. Dalam beberapa literature menyebutkan Tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.
Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian dakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebelum Saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.
Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Tarian dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh yang biasanya duduk ditengah-tengah deretan penyanyi. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.
Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian Saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama islam, Syeikh Saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religious ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo)
Jumlah penari Tari Saman biasanya banyak, sampai berpuluh-puluh orang. Lebih baik jika jumlah penari ini ganjil. Setelah sering dilombakan, muncullah semacam ketentuan, yaitu yang duduk berjajar bersaf-saf itu jangan sampai kurang dari sepuluh orang.

9.     Tari Cakalele


Tari Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).
Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan). Penari pria mengenakan kostum yang didominasi warna merah dan kuning serta memakai penutup almunium yang disisipi dengan bulu putih. Saat Tari Cakalele ditampilkan, terkadang arwah nenek moyang dapat merasuki penari dan kehadiran arwah tersebut dapat dirasakan oleh penduduk asli.

10.  Tari Tor Tor


        
      Tari Tor Tor adalah salah satu jenis tari yang berasal dari suku batak di Sumatera Utara. Menurut salah satu pakar tari Tor Tor dan juga mantan anggota anjungan Sumatera Utara 1973-2010, tari Tor Tor sudah menjadi budaya Batak sejak abad ke 13. Jika anda mendengar ada sebuah tari yang akan diklaim oleh Malaysia waktu dekat ini, adalah tarian Tor Tor.
      Menurut sejarahnya, Tor Tor sudah ada sejak abad ke 13 di Sumatera Utara. Nenek moyang orang Mandailing diperkirakan berasal dari suku Karen yang tinggal di perbatasan Burma dan Myanmar. Tari Tor Tor digunakan dalam acara ritual yang berhubungan dengan roh. Di masa lalu, tari ini dilakukan oleh patung-patung batu yang telah dimasuki roh. Roh itu menggerakkan batu seperti menari namun dengan gerakan kaku.
      Ada beberapa jenis tari Tor Tor. Ada Tor Tor Pangurason atau tari pembersihan yang digelar pada saat membersihkan tempat sebelum adanya pesta agar diberi kelancaran dan dijauhkan dari mara bahaya. Selain itu ada juga yang dinamakan Tor Tor Sipitu Cawan atau Tari Tujuh Cawan yang digelar pada saat pengukuhan raja yang menceritakan tentang tujuh bidadari yang mandi di Gunung Pucuk Buhit. Apabila sebuah desa dilanda musibah, maka pada tanggal musibah tersebut akan digelar Tarian Tor Tor dengan maksud meminta petunjuk atas masalah tersebut.
      Tari Tor Tor termasuk sangat sederhana dalam hal gerakan. Para penari Tor Tor cukup membuat gerakan tangan yang cukup terbatas dengan gerakan kaki jinjit-jinjit mengikuti iringan musik yang disebut sebagai magondangi yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak dan lain-lain.
      Busana Tari Tor Tor sangat sederhana. Pria dan wanita yang ingin menarikan Tari Tor Tor cukup mengenakan baju biasa yang dikenakan saat pesta. Baju ini dilengkapi dengan aksesoris berupa tenunan khas batak yang bernama Ulos. Ulos yang digunakan ada dua jenis, yaitu ulos yang berupa ikat kepala dan ulos yang berupa selendang. Motif selendang ulos yang digunakan tergantung dari pesta apa yang sedang digelar. Dengan properti busana yang sangat sederhana seperti ini membuat semua orang yang menghadiri suatu pesta dapat menari Tor Tor bersama-sama.


Minggu, Juli 29, 2012

Pertunjukan Musik


A.     Teknik Vokal dan Ansambel Musik
1.      Teknik Vokal
Vokal adalah alat music yang paling murah sekaligus paling mahal di dunia. Latihan-latihan intensif diperlukan untuk memperoleh teknik vocal yang prima.
a.      Membiasakan diri dengan pernapasan yang benar
Pernapasan yang benar adalah pernapasan yang dilakukan dengan memanfaatkan alat-alat pernapasan secara tepat. Ada 3 jenis pernapasan yang digunakan dalam bernyanyi, yaitu:
1.      Pernapasan diafragma
2.      Pernapasan dada
3.      Pernapasan bahu
Dari ketiga jenis pernapasan, pernapasan diafragmalah yang paling baik digunakan [ada waktu bernyanyi.
b.      Berlatihlah membentuk suara yang lentur
Untuk menghindari pita suara menjadi tegang dan kaku, maka setiap latihan menyanyi harus diawali dengan pemanasan yaitu latihan yang membantu pita suara menjadi luwes dan ringan.
c.      Berlatih membentuk vocal yang baik
Vokal yang baik dihasilkan oleh alat-alat ucap terlatih baik.

2.      Penyajian Musik
Musik dapat disajikan dalam tiga bentuk, yaitu:
a.      Penyajian vokalia
Penyajian vokalia adalah penyajian musik vokal tanpa iringan alat-alat musik.
b.      Penyajian instrumentalia
Penyajian instrumentalia adalah penyajian musik dengan hanya menggunakan alat-alat musik sebagaimana dalam bentuk orkestrasi musik.
c.      Penyajian vokalia-instrumentalia
Penyajian musik vokal dengan diiringi peralatan musik.

Berdasarkan jumlah alat musik, penyajian musik terdiri atas:
a.      Penyajian musik tunggal dinamakan sebagai solo.
b.      Penyajian musik dengan jumlah pemain terbatas yang terdiri dari dua orang (duet), tiga orang (trio), empat orang (kuartet), lima orang (kuintet).
c.      Penyajian musik dengan jumlah lebih dari enam orang (biasanya delapan sampai sepuluh orang) biasanya terdapat pada bentuk vokal group, baik dengan iringan alat musik maupun tanpa alat musik.
d.      Penyajian musik yang berjumlah lebih dari dua puluh orang dinamakan orkestrasi.
e.      Jika yang ditampilkan adalah alat-alat musik gitar ditambah dengan alat perkusi maka kelompok sajian tersebut dinamakan band.

3.      Paduan Suara dan Vokal Group
Paduan suara dan group vokal adalah kelompok musik yang mengutamakan keindahan vokal manusia dalam pengungkapan ekspresinya. Alat musik yang digunakan untuk iringan paduan suara biasanya hanya satu buah saja. Paduan suara (koor) merupakan kesatuan dari sejumlah penyanyi dari beberapa jenis suara yang berbeda dan memadukannya di bawah pimpinan seorang dirigen. Dirigen/conductor adalah seorang yang pekerjaannya memimpin sekelompok pemain musik baik musik vokal, instrumen atau gabungan antara vokal dan instrumen.
Jenis kelompok paduan suara:
a.      Kelompok paduan suara sejenis wanita yang terdiri atas dua jenis suara. Komposisi kelompok penyanyi dalam paduan suara sejenis wanita biasanya SSA (sopran, sopran, dan alto atau sopran, mezosopran, dan alto). Ada kalanya sebuah kelompok paduan suara wanita sejenis memiliki komposisi penyanyi SSAA.
b.      Paduan suara sejenis pria dengan komposisi TTB (tenor, tenor, bas) atau TBB (tenor, bariton, bas).
c.      Paduan suara campuran untuk tiga suara yang biasanya berpola SAT (sopran, alto, tenor) atau SAB (sopran, alto, bariton/bas).
d.      Paduan suara lengkap yang biasanya berpola SATB (sopran, alto, tenor, bas).
Berbeda dengan kelompok paduan suara yang demikian formal,, group vokal memiliki komposisi penyanyi yang lebih terbuka dan bebas. Hal ini dimungkinkan karena jumlah kelompok vokal seperti ini tidak pernah mencapai puluhan orang.

4.      Ansambel Musik
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ansambel memiliki arti kelompok pemain musik (penyanyi) yang bermain secara tetap. Jadi, memainkan musik ansambel berarti memainkan alat-alat musik yang bermacam-macam secara bersama-sama dengan atau tanpa disertai penyanyi.
Ciri-ciri musik ansambel, yaitu:
a.   Jenis alat musik yang dimainkan terbatas, misalnya alat-alat tiup saja, alat gesek saja, alat-alat musik petik saja, atau gabungan antara beberapa jenis alat musik.
b.      Dimainkan dalam ruang tertutup dengan jumlah penikmat terbatas.
c.      Dalam stu kelompok musik ansambel, pemainnya bermain secara tetap.
d.      Lagu-lagu atau komposisi yang dimainkan pada umumnya pendek, meskipun hal ini tidak mengikat.
Dengan kata lain, sebuah musik ansambel adalah orkestrasi sederhana.

5.      Menyanyikan Lagu-lagu Populer
Sebuah penampilan tunggal, khususnya musik vokal memerlukan komposisi yang sesuai dengan kemampuan dan karakter suara yang dimiliki oleh penyanyi. Ketidaksesuaian komposisi musik dengan karakter penyanyi akan menyebabkan lagu tersebut kurang berhasil dinyanyikan.
Meskipun demikian, seorang penyanyi professional akan berusaha menyanyikan semua lagu yang dipercayakan kepadanya.